Posted by: nellyhamjannah | 8 April 2009

”Save the Earth”

Tulisan ini terilhami ketika saya memberikan pembelajaran kepada para peserta Diklat Prajabatan Golongan III baru – baru ini. Pada saat diskusi tentang komitmen PNS mereka mengangkat isu ”save the earth”, disitu diangkat bagaimana peran PNS untuk ikut mendukung dan berperan aktif dalam usaha penyelamatan bumi ini, kemudian ketika besok harinya, saya juga baca di koran pagi, untuk memaknai Hari Bumi 2009, program earth hour, yaitu program mematikan lampu selama 60 menit pada 28 Maret 2009 sukses dilaksanakan di 3.900 kota besar di 88 negara didunia termasuk Jakarta. Sebelumnya Pemkot Banjarbaru juga telah melaksanakan program aksi satu jam tanpa listrik ini untuk seluruh kantor di lingkungan Pemkot Banjarbaru pada hari Jum’at (27/3/2009). Kemudian Walikota juga menghimbau agar sekolah – sekolah, masyarakat dan pihak swasta di Banjarbaru juga turut ambil bagian untuk mensukseskan program tersebut. Meski Cuma satu jam tanpa listrik tapi ini sangat berarti, baik sebagai kampanye penghematan sumberdaya listrik ataupun dalam upaya mengangkat kembali isu perubahan lingkungan seiring meningkatnya pemanasan global sekaligus mengurangi emisi karbon yang mengakibatkan efek rumah kaca.

( kalo ada yang masih belum ngerti apa itu efek rumah kaca, nich sedikit info. Para ahli memperkenalkan istilah efek rumah kaca untuk menggambarkan pemanasan global akibat terkurungnya radiasi. Istilah efek rumah kaca sebenarnya diambil dari cara petani menjaga suhu ruangan tetap hangat.
Seperti diketahui, kaca bersifat tembus sinar matahari. Sinar yang masuk tersebut sejatinya akan dipantulkan keluar namun pantulan tersebut dipantulkan kembali ke dalam oleh dinding kaca sehingga energi panas dari radiasi sinar matahari terperangkap di dalam rumah kaca. Dengan cara ini suhu ruangan di dalam rumah kaca tetap hangat setiap saat. Demikian juga fungsi atmosfer terhadap bumi. Ketika radiasi sinar matahari masuk ke bumi maka sebagian besar sinar tersebut akan dipantulkan kembali ke luar angkasa. Namun tidak seluruhnya radiasi sinar tersebut dipantulkan karena gas-gas di atmosfer seperti karbondioksida lebih dulu mengikatnya. Dengan mengikat radiasi sinar matahari maka suhu di bumi tetap hangat. Pada zaman dahulu jumlah karbondioksida di atmosfer masih sedikit dan dengan demikian sedikit pula radiasi sinar matahari yang diikat. Karena itu suhu bumi di masa lalu relatif lebih sejuk dibandingkan sekarang. Pemanasan global terjadi seiring dengan penebangan hutan, asap pabrik dan kendaraan, dan pertambangan karena akitivitas-aktivitas tersebut meningkatkan jumlah karbon dioksida diatmosfer secara luar biasa.
Ketika karbon dioksida semakin banyak maka semakin banyak pulalah radiasi sinar yang ditangkap. Karena setiap tahun jumlah karbondioksida di atmosfer bertambah maka suhu bumi semakin lama juga semakin panas. Para pakar lingkungan memperkirakan terjadi kenaikan satu derajat celcius setiap tahunnya.

Itu artinya jika suhu rata-rata di Indonesia pada tahun 2007 adalah 28 derajat Celcius, maka pada tahun 2017 sudah menjadi 38 derajat Celcius. Tentu saja kita tidak pernah mengharapkan hal ini terjadi.)

Hal ini tentunya adalah salah satu ”action” yang “smart” yang dapat ditunjukkan ditengah maraknya isu global warming yang mengakibatkan berbagai dampak, diantaranya : iklim mulai tidak stabil, peningkatan permukaan air laut, suhu global cenderung meningkat, gangguan ekologis, dan dampak sosial dan politik.

Namun tentunya aksi tersebut masih perlu tindak lanjut dan perlu dukungan aksi – aksi lainnya demi menyelamatkan bumi ini. Sekarang bagaimana caranya masyarakat awam ikut mendukung program ”save the earth ” ini ?
Tidak perlu ikut menjadi aktivis Greenpeace atau apapun itu demi menjadi seorang pecinta lingkungan (memang di saat pemanasan global kian menggila, polusi merajalela, cuaca tak beraturan seperti sekarang, memang selayaknya setiap orang menjadi pecinta lingkungan).
Bagaimana caranya? mudah saja. Berikut Live Science memberi 10 tips melindungi bumi dari kehancuran. Semuanya adalah cara-cara sederhana yang dapat kita mulai dari hari ini, saat ini dan dimulai dari diri sendiri. Apa saja itu?
1. Gunakan bola lampu jenis flurosen alias Fluorescent Lights (CFLs).
Lampu ini memang lebih mahal ketimbang lampu bohlam biasa. Tapi daya tahannya 10 kali lipat lebih lama dan yang pasti lebih hemat energi. Ini bukan iklan. Studi membuktikan bila lampu CFL menyerap energi 75 persen lebih sedikit daripada bola lampu kuning terang benderang biasa. Dalam setahun CFL mampu mengurangi produksi karbon dioksida hingga 500 pon. Ini setara dengan polusi yang dihasilkan 17 mobil di jalan raya selama satu tahun!
2. Hemat listrik di rumah.
Petuah klasik yang tak pernah ketinggalan zaman. Justru kian lama petuah ini kian dibutuhkan realisasinya, bukan sekadar teori. Padamkan lampu di siang hari. Matikan AC saat ruangan tak dihuni. Asal tahu saja rata-rata setiap rumah menghasilkan emisi gas rumah kaca dua kali lipat dari yang diproduksi sebuah mobil. Jadi jangan karena tidak mengeluarkan asap hitam dari knalpot mobil Anda maka Anda sudah merasa sebagai pahlawan lingkungan.
3. Jangan Gunakan plastik.
Sebisa mungkin hindari pemakaian plastik. Tas plastik memang banyak dipakai pasar swalayan maupun tradisional dalam mengemas belanjaan. Ada baiknya kita membawa tas kain atau kertas sendiri dari rumah dan menolak dengan halus tas plastik dari penjual. Mengapa? Plastik bukan bahan yang dapat hancur dengan sendirinya di pembuangan sampah. Sejumlah kandungan dalam bahan tersebut justru merusak kesuburan hayati tanah.
4. Maksimalkan penggunaan komputer.
Memang di era kini sudah jarang orang berkirim surat melalui pos. Tapi jangan salah, masih banyak perkantoran maupun pribadi yang lebih suka menyimpan dokumen atau surat-surat secara tradisional, yakni dengan dicetak di atas kertas. Memang ada beberapa surat berharga yang tak bisa tergantikan dengan surat elektronik. Namun selama sebuah dokumen dapat disimpan secara elektronik di komputer, usahakan lakukan itu. Asal tahu saja, kertas yang kita pakai telah sukses menggunduli hutan akibat perusahaan kertas telah menebang pohon-pohon sebagai bahan dasarnya.
5. Beli produk lokal.
Hentikan membeli produk pangan impor. Dengan mengonsumsi apa yang ada di dekat kita, maka kita berperan dalam mengurangi polusi dan pemborosan energi. Mengapa harus mengimpor daging sapi dari Australia jika sapi lokal tak kalah lezatnya. Bayangkan berapa energi dihabiskan dan polusi dihasilkan dari sekedar mendatangkan sosis Eropa atau keju Belanda ke meja makan Anda.
6. Praktikkan prinsip 3 R
Reduce, Reuse, Recycle. Kurangi konsumsi, gunakan kembali barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan, dan daur ulang bahan tertentu. Mengucapkannya memang mudah, tapi tidak menjalankannya. Hanya sekali memulai, kita akan terbiasa.
7. Pelan-pelan singkirkan energi tak terbarukan.
Agak sulit memang jika tak didukung dengan ketersediaan produk dan infrastruktur. Tapi bukan berarti tak mungkin. Kalau ada pilihan dimana kita bisa menikmati listrik dengan sumber sinar matahari atau angin, mengapa tidak? Lebih bersih dan hemat energi.
8. Bunuh produk penghisap listrik
Tanpa disadari, kita terus menerus membeli dan menggunakan produk yang menghamburkan energi. Televisi (TV) adalah salah satunya. Tanpa sadar sebuah keluarga kerap menyalakan TV tanpa henti 24 jam walau tidak ditonton. Begitu juga komputer, DVD player dan charger ponsel yang terus terhubung ke colokan listrik.
9. Kurangi pemakaian bahan kimia.
Bahan kimia bukanlah bahan alami. Seperti bahan buatan lainnya, bahan ini tak dapat lebur dengan sendirinya dan meninggalkan efek buruk pada kehidupan. Pestisida, obat nyamuk dan sejumlah bahan pembersih ruangan mengandung aneka komponen kimia yang tanpa sadar ikut kita hirup seumur hidup kita. Bahkan pangan sayur dan buah pun ikut membawanya ke dalam tubuh kita. Cara mengatasinya? Maksimalkan konsumsi bahan-bahan alami, termasuk sayuran organik.
10. Hijaukan rumah Anda!
Banyak di antara kita yang mengaku cinta lingkungan, cinta penghijauan, namun faktanya nyaris tak pernah menanam apapun di halaman rumahnya. Oke jika Anda tak punya halaman rumah. Setidaknya usahakan Anda memberi kesempatan bagi tumbuhan untuk hidup di sekitar. Tanaman gantung atau hidroponik cukup membantu bagi Anda yang tinggal di apartemen, rumah susun atau kos.

Posted by: nellyhamjannah | 20 Januari 2009

Untuk Kita Renungkan

Saya sengaja mengambil judul dari judul lagunya Ebiet .G.Ade yang ngetop di tahun 80 an, sekedar untuk membawa kita untuk sedikit merenung atau introspeksi diri.
Bulan – bulan terakhir ini, kita semua tentunya mengetahui, menyaksikan (langsung ataupun lewat berita dikoran dan ditelevisi) bahkan mungkin mengalami keganasan yang ditunjukkan oleh alam, banjir dimana –mana, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung, ombak mengganas ( kapal tenggelam) dan lain – lain (berapa banyak korban yang meninggal, yang terluka, yang kehilangan tempat tinggal, yang kehilangan mata pencaharian). Pernahkah kita berpikir, bahwa sesungguhnya Tuhan sedang mengirimkan suatu pesan kepada kita ? Kemudian apa arti pesan tersebut, cobalah kita introspeksi diri, apa yang telah kita lakukan pada alam ini, menggunakan semaunya tanpa berusaha untuk memeliharanya, mengeksploitasi tanpa berusaha untuk memperbaharuinya, merusak ekosistem tanpa berusaha melindunginya, padahal manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, yang harus menjaga dan menggunakan alam ini dengan seadil mungkin.
Kemudian satu hal lagi, sudahkah kita juga berlaku adil terhadap sesama manusia terutama bangsa sendiri, tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan ? kita lihat konflik di Maluku, di Papua, di Aceh, di Kalimantan Barat, di Kalimantan Tengah, dan daerah lainnya di Indonesia, banyak dari kita telah melupakan sumpah yang telah di ucapkan Satu Nusa, satu Bangsa, Satu Bahasa, kita asik dengan keegoisan masing – masing , kita merasa perkasa, melupakan keadilan, dan berbuat diskriminatif , kita melupakan bahkan memutuskan”tali silaturrahmi” pada bangsa sendiri.
Semua bencana itu tentunya tidak pernah lepas dari campur tangan Tuhan, Tuhan yang menguasai alam ini, yang menguasai hidup mati kita, dan Tuhan telah menunjukkan keperkasaannya dihadapan manusia yang sok perkasa, Tuhan menunjukkan kemaha adilannya dihadapan manusia yang tak pernah adil kepada alam dan kepada sesama manusia.
Melalui bencana demi bencana, marilah kita belajar kembali bagaimana menjadi khalifah yang amanah, memelihara dan memperbaiki alam yang sudah terlanjur dirusak, dan berusaha tidak lagi merusak alam yang masih tersisa. Kemudian mulailah lagi menjalin” tali silaturrahmi” kepada sesama manusia, bukan untuk Tuhan, melainkan untuk kemaslahatan umat manusia.
”Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa – dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang “

Posted by: nellyhamjannah | 15 Januari 2009

Mempertanyakan Efektivitas Parpol

Beberapa bulan terakhir, di koran lokal menampilkan profil calon – calon anggota legislatif dari semua partai politik peserta pemilu 2009 di seluruh wilayah di Kalimantan Selatan. Maksudnya tidak lain adalah agar masyarakat dapat menilai dan nantinya dapat memilih caleg dalam daftar tersebut yang akan duduk di kursi legislative dengan baik dan benar tidak seperti memilih “kucing dalam karung”. Hal tersebut ditanggapi masyarakat dengan antusias. Namun yang perlu dikritisi disini adalah ketidak terwakilannya 30 % caleg perempuan dan banyaknya caleg yang hanya memiliki ijazah SMA (45 %), disini dapat kita lihat betapa parpol – parpol peserta Pemilu belum (bahkan tidak) siap dengan pengkaderan caleg sesuai kebutuhan dan perkembangan masyarakat yang semakin maju.
Bagaimana caleg yang hanya berijazah SMA bisa mengkritisi eksekutif yang rata – rata berpendidikan S1,S2, bahkan S3, kemana saja sarjana yang selama ini sudah banyak di Kalsel. Rupanya sarjana lebih meminati bidang lain, sementara lulusan SMA tertarik kepolitik. Itu sama ironisnya dengan banyaknya artis yang terjun kepolitik dibanding akademisi, mungkin karena bosan dan tidak percaya lagi kepada sistem politik yang ada ( Ahmad Barjie.B, Banjarmasin Post 7 Oktober 2008)
Sebagaimana diketahui, demokrasi perwakilan rakyat menempatkan parpol sebagai pelaku sentral. Demokrasi lebih jelas wujudnya manakala parpol sanggup mendudukkan orang – orangnya yang kompeten di DPRD/DPR. Demokratisasi pada level lokal mendambakan partai yang sanggup untuk menyerap permasalahan masyarakat, dan memprosesnya menjadi keputusan yang bisa diterima khalayak.
Selama beberapa Dasa warsa, kehadiran partai politik hanya dirasakan pada saat pemilu, dan saat pemilihan kepala daerah saja, setelahnya kehadiran partai politik tidak lagi terasakan oleh masyarakat, berbagai peran yang seharusnya diemban sebuah parpol tidak sedikit terbengkalai. Pada persoalan kontrol pemerintah misalnya perannya seolah digantikan oleh anggota dewan yang pada hakekatnya berkedudukan sebagai bagian dari pemerintahan (yang harus dikontrol pula oleh partai). Begitu pula dengan alternatif kebijakan untuk pemerintah, nyaris tidak pernah muncul kepermukaan, sementara menyangkut artikulasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat sepertinya hanya sebuah janji yang dikumandangkan pada saat sebelum pemilu dan tak akan terdengar lagi setelah pemilu berakhir.
Untuk menjalankan fungsinya dengan baik, partai politik harus ditopang oleh elit dan aktivis partai yang kompeten dan komitmen partai politik itu sendiri untuk menjalankan fungsinya dengan baik dalam mewujudkan perpolitikan yang demokratis.
Secara substansial partai politik adalah sebuah lembaga (institution) atau organisasi (self societal organization) yang menjadi infrastruktur bagi bangunan negara yang berfungsi untuk mempertautkan agregasi aspirasi masyarakat (tuntutan dan dukungan) dengan lembaga pengambil keputusan publik (baca suprastruktur). Karena karakteristik fungsinya tersebut maka partai politik berada pada domain publik, bukan domain privat. Dengan demikian, tatkala seseorang menjadi aktivis sebuah partai politik maka pada titik dan waktu itulah semua kepentingan privat (diri dan keluarga) seharusnya telah dikesampingkan, dan sebaliknya satu – satunya orientasi aktivitas adalah bagaimana mengakomodasi aspirasi publik dalam bentuk aneka keputusan yang berpihak pada pemenuhan kepentingan umum, tanpa kecuali. Sebab itu sangat diharapkan, para aktivis partai politik sadar betul hakekat tugas kepartaian berikut segala konsekwensinya. Bagi mereka yang merasa belum mampu menyelesaikan urusan pribadinya sehingga cenderung memperjuangkan dan mencampur adukkan dengan urusan publik, sebaiknya tidak perlu memasuki tugas ini.
Sesungguhnya ketika kita mencoba memahami dan mengikuti perkembangan partai politik, maka tampak jelas perubahan mendasar dari partai politik dalam proses rekrutmen politik di Indonesia karena telah mendapatkan posisi menentukan sejak pemilihan presiden, anggota legislative hingga kepala daerah. Dalam posisi seperti itu ia sudah menjadi pilar perkembangan demokrasi bagi politik masa depan bangsa.
Perkembangan ini cukup menggembirakan banyak pihak yang ingin menjadi pekerja politik. Tapi pada saat yang sama juga menimbulkan kekhawatiran yang akut, ketika kita menyaksikan perilaku elit ditubuh organisasi parpol dan wakil partai di parlemen pusat (DPR) dalam perebutan jabatan mulai dari ketua dan wakil ketua DPR hingga pimpinan komisi. Bahkan ada kecenderungan koalisi kebangsaan ingin menguasai hampir semua jabatan diparlemen daerah.
Sebagai prolog untuk lebih memahami fungsi parpol ini secara signifikan, kita perlu melihat perkembangan parpol di negara lain yang bisa dijadikan sebagai sebuah komparasi dan bahan renungan. Hasil yang sangat monumental dibidang politik khususnya tentang parpol dalam negara demokratis adalah hasil karya Manifestoes research Group. Kelompok ini dibentuk oleh European Consortium For Political Research , sebagai kelanjutan dari sebuah proyek besar yang dilaksanakan ahli dunia dibidang politik yang tergabung dalam Research Unit on Institutions and Social Change, science center di Berlin.
Penelitian yang mereka lakukan dengan melihat parpol sebagai lembaga yang memainkan dua peran penting dalam berfungsinya rezim demokratis. Pertama, bagaimana parpol melakukan fungsi agregasi dan artikulasi kepentingan rakyat. Dengan kata lain, melakukan seleksi sekaligus merangkum beragam isu kepentingan rakyat serta menyajikan dan mengkomunikasikannya kepada pemilih dalam sebuah paket yang runtut dan sistematis, sebagaimana terungkap lewat program partai. Kedua , ketika partai menang pemilu diharapkan mampu menempatkan dirinya sebagai tulang punggung pemerintahan (kepala pemerintahan) terpilih. Dengan pengharapan umum, janji kampanye mereka diubah dan diimplementasikan dalam berbagai kebijakan publik. Secara sederhana penelitian itu berusaha mengetahui apa yang mereka janjikan dalam masa kampanye dan apa yang mereka lakukan ketika elit partai itu berkuasa, apakah terdapat konruensi atau kesesuaian dengan janji, ataukah justeru menyimpang dari janji masa kampanye. Hasil penelitian adalah bahwa di sepuluh negara penelitian ( AS, Inggris,Perancis, Swedia, Australia, kanada, Jerman, Austria, Belanda dan Belgia) telah dapat menjalankan fungsi partainya secara relatif baik, artinya sebagian besar parpol di negara – negara tersebut mampu memahami sekaligus menyeleksi beragam kepentingan rakyat menjadi prioritas perjuangan partai. Selanjutnya berusaha mengimplementasikan prioritas itu sesuai janji masa kampanye dalam pemilu.
Cara paling lazim untuk mengemukakan pernyataan dalam kampanye itu adalah lewat dokumen yang disusun dan disahkan oleh badan partai yang berwenang yang mewakili partai sebagai keseluruhan. Di Amerika dan Inggris, dokumen partai menjelaskan program mereka menjadi bagian sangat penting selain kampanye melalui pidato di televisi atau media lainnya. Di Perancis, dokumen itu diterbitkan dalam bentuk buku paperback dan dijual bebas. Sedangkan di Kanada dan Eropa Barat –Laut, dokumen dimaksud disebarluaskan secara gratis dan ditujukan kepada kelompok tertentu seperti petani, kaum perempuan dan kelompok lainnya. Berdasarkan dokumen itu elit partai berjuang ketika mereka terpilih baik sebagai pemimpin eksekutif ataupun legislative. Lalu bagaimana dengan parpol di Indonesia? Tidak ada satupun hasil penelitian yang cukup signilize dan pantas dibanggakan. Karena hasilnya sudah dapat diketahui dan mengecewakan yaitu kurang berfungsinya parpol di Indonesia, ini dapat dilihat dari tidak konsistennya elit politik antara janji masa kampanye dan ketika mereka menduduki jabatan baik di eksekutif maupun legislative.

Kesimpulannya, pemberdayaan partai politik kiranya tidak cukup diserahkan kepada partai – partai itu sendiri, melainkan perlu menjadi keprihatinan khalayak. Yang tidak kalah pentingnya aktivitas partai politik yang duduk di DPRD perlu membuat kebijakan yang muaranya adalah meningkatkan kompetensi komunitas politik, termasuk partai – partai politik itu sendiri. Nasib demokrasi ditingkat lokal akan terdongkrak sekiranya partai politik sanggup merumuskan dan menepati standar kompetensi untuk diri mereka sendiri.
Banyak hambatan bagi partai politik untuk dapat menjalankan fungsinya, pada umumnya hambatan tersebut bersifat personal, kelembagaan, kultural, struktural dan psikologis, ini tercermin dengan :.
1. Kemampuan SDM para aktivis partai politik tersebut secara umum masih belum memadai.
2. Kesiapan psikologis ketika berhubungan dangan massa basis pendukung, partai lain dan eksekutif belum dimilik oleh sebagian besar aktivis.
3. Kemampuan berorganisasi relatif rendah.
4. Kemampuan manajemen, mediasi dan resolusi konflik masih rendah.
5. Pemetaan, penjaringan, perumusan dan pengemasan aspirasi publik masih rendah.
6. Politik lebih dipandang sebagai keahlian mengalahkan lawan dan menduduki kursi daripada perjuangan dan pelayanan aspirasi publik. Pada titik ini apriori politik dan paradigma konspiratif lebih mewarnai mereka. Kekerasan dan politik uangpun menjadi salah satu alternatif menarik.
7. Rentan konflik internal organisasi.
8. Meskipun telah keluar dari kehidupan politik praktis kepartaian, secara structural masih mendominasi kehidupan publik. Para aktivis partai politik baik didalam partai maupun didalam lembaga legislative dan eksekutif, tidak dapat berbuat banyak dalam memperjuangkan aspirasi publik.
9. Era reformasi lebih dimaknai sebagai iklim kebebasan yang cenderung berlebihan sehingga melupakan pentingnya pembangunan politik bagi perkembangan masyarakat.
10. Karakter politisi lebih mendominasi para aktivis daripada karakter kenegarawanan sehingga politisasi berbagai persoalan cenderung menjadi mode politik.
11. Budaya politik demokratis belum sepenuhnya terealisasi didalam diri para aktivis, sebaliknya budaya kekerasan represif, patronatif dan “jalan pintas” masih mudah terlihat pada diri mereka dalam sejumlah kasus.
12. Diatas semuanya itu fenomena umum mengindikasikan bahwa lemahnya kemampuan ekonomi cenderung mengakibatkan mereka rentan terhadap politik uang, sehingga politik bergeser dari domain kepentingan publik menjadi domain kepentingan privat.

Akhirnya perlu ditegaskan, bahwa partai politik memang sebaiknya ada untuk menopang demokratisasi Indonesia, namun reformasi parpol adalah salah satu agenda utama dan pertama untuk dimulainya proses Indonesia menuju negara yang demokratis. Dalam system kehidupan yang masih korup dan amat rentan dengan politik uang, menyerahkan sepenuhnya system rekrutmen kepada monopoli parpol adalah keliru karena parpol dinegara – negara yang masih terbelakang bahkan tidak sedikit dinegara yang sudah demokratis dapat mempunyai dua wajah yang bertolak belakang . Keberadaan partai politik tidak hanya menjadi syarat negara yang demokratis, tetapi tingkah polah parpol justru dapat menjadi bahaya bagi tujuan demokratisasi itu sendiri.

Posted by: nellyhamjannah | 30 Desember 2008

HAPPY NEW YEAR

Di penghujung Tahun 2008, menyongsong tahun Baru 2009 yang tinggal 2 hari lagi, seperti tahun - tahun yang lalu tidak ada perasaan khusus ataupun ritual khusus untuk menyambutnya. hanya harapan dan rasa optimis harus terus dipupuk. hidup harus terus dijalani dengan senyum dan pikiran jernih, halangan dan rintangan adalah pemacu kita untuk berbuat yang lebih baik lagi. aku berharap di tahun yang akan datang aku dapat lebih mendekatkan diri pada yang maha kuasa, tafakur, sabar, dan lebih ikhlas menjalani semua yang telah digariskan olehNya.

Tuhanku

rasanya sudah terlalu banyak pintaku padaMu

sudah terlalu banyak keluh kesahku padaMu

Tapi sungguh engkau tak pernah bosan mendengarnya

Tuhanku, kali inipun aku meminta lagi padaMu

jangan pernah meninggalkanku

jangan pernah berhenti mencintaiku

jangan pernah lalai mengingatkanku

bimbinglah aku dan keluargaku selalu dijalanMu

berikanlah kami kesehatan lahir dan bathin

berilah kami rezeki yang halal dan berkah

berikanlah kami kesabaran yang lebih

jadikanlah anak - anak kami anak yang shaleh dan juga mencintaiMu

Tuhanku,

terimakasih atas segala anugerahMu pada kami

Segala puji bagimu, Amin

Happy New Year, buat teman - teman yang kebetulan baca tulisan ini.

Semoga peruntungan di tahun yang akan datang akan lebih baik lagi. sukses ya….

Posted by: nellyhamjannah | 23 Desember 2008

Mengambil Moment Hari Ibu

Mengambil hikmah hari Ibu pada 22 Desember, aku ingin mengungkapkan apresiasi yang sangat tinggi buat ibuku yang terbaring sakit.

Ibuku dulunya adalah seorang guru Taman - kanak - kanak dan kemudian menjadi guru SD dan juga seorang wanita yang aktif di Organisasi, baik di GOW ( Gabungan Organisasi Wanita), IGTKI, dan entah Organisasi apalagi, yang pasti ibuku jarang ada dirumah menemani kami anak - anaknya, beliau sering keluar rumah bahkan sering keluar daerah dan bahkan keluar negeri menghadiri rapat , arisan , seminar, simposium, dlsb. Tapi ibuku juga seorang pendamping dan motivator buat bapakku dalam mencapai keberhasilan dalam karirnya, yang kutahu bapakku sangat mencintai ibuku.

Pada usia sekitar 42 Tahun, ibuku mengalami Stroke dan kelumpuhan, dan sejak itu beliau hanya mampu berbaring di tempat tidurnya, bapakku dengan ketekunan yang luar biasa merawat ibuku, dari memandikan, menyuapi buburnya sampai mengajak ibuku jalan - jalan dengan cara menyandarkan atau membaringkan ibuku dimobilnya, sampai akhirnya bapakku meninggal setelah merawat ibuku 10 tahunan. Ibuku sampai saat diusianya yang hampir 67 yahun ini, masih ada diantara kami, walaupun sakit tapi dengan semangat hidup yang masih kuat, beliau masih bisa mendampingi anak - anaknya, mendo’akan dan memberikan motivasi dan dorongan pada anak - anaknya agar selalu kuat menghadapi segala cobaan.

ibu , pada hari ini aku ingin mengungkapkan segala kecintaanku kepadamu

segala kebanggaanku kepadamu

walaupun kadang - kadang, sebagai manusia aku pernah merasa merasa kesal dalam merawatmu

namun jauh didasar hatiku, aku sangat mencintaimu

aku jadi begini, karena mewarisi semangat bajamu

setiap saat dalam do’a - do’ a ku

aku juga selalu mendo’akanmu, agar Allah selalu menyayangimu

dan memberikan hidayah kepada Mu

Posted by: nellyhamjannah | 17 Desember 2008

TKI, Pahlawan Devisa yang tak diacuhkan

Proses globalisasi terlepas dari persoalan senang atau tidak senang, telah menjadi suatu realitas yang terjadi dalam masyarakat dunia. Hal ini ditandai dengan terintegrasinya seluruh system dunia, baik dalam aspek sosial, politik, budaya, ekonomi dan keuangan. Dunia diibaratkan sebagai “global village” yang menyatu, transparan dan saling menguntungkan satu sama lain.(kata pengantar Prof.Didik J Rachbini dalam Paul Hirst dan Thompson)

Namun pada sisi lain, fenomena globalisasi dengan berbagai janji manisnya ibarat pedang bermata dua yang setiap saat siap membabat apa saja, siapa saja, kapan dan dimanapun. Karena dalam proses globalisasi yang menyentuh segala aspek kehidupan dunia, selalu terbuka peluang implikasi yang menguntungkan bagi mereka yang siap menghadapi dampak positif globalisasi itu sendiri dengan sejumlah issu antara lain pasar bebas dan terbukanya kesempatan kerja yang luas, sedangkan bagi mereka yang tidak mampu berkompetisi dalam arus perputaran globalisasi dunia itu sendiri, maka bukan saja merugikan tetapi bukan tidak mungkin akan menjadi korban. Read More…

Posted by: nellyhamjannah | 17 Desember 2008

KEMBALIKAN SEMANGAT CINTA TANAH AIR LEWAT LAGU

KEMBALIKAN SEMANGAT CINTA TANAH AIR LEWAT LAGU

Penulis : Nelly Hamjannah,S.Sos,M.Si *

Sekali Merdeka tetap merdeka* Penulis adalah Staf Badan Diklat Daerah Prov.kalsel

 

Pada momen seabad hari Kebangkitan Nasional 2008 yang baru lalu, dalam salah satu acara Televisi Swasta yang menyiarkan tentang pengetahuan dan penghapalan lagu – lagu kebangsaan bagi siswa – siswi SLTP sampai SLTA, Mahasiswa sampai masyarakat luas. Dari tayangan tersebut dapat dilihat betapa rasa nasionalisme masyarakat sudah sangat kurang, hal in tentunya sangatlah menyedihkan karena hampir 80 % siswa / mahasiswa/ masyarakat umum yang ditemui dan diminta untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya maupun lagu –lagu Nasional lainnya seperti Maju Tak Gentar, Halo – halo Bandung , ataupun Bagimu Negeri sebagian besar salah pengucapan bait –baitnya. ada yang terbolak – balik, tidak sedikit pula yang lupa bait yang mana untuk lagu yang mana. Ada pula yang sama sekali tidak dapat menebak judul lagu yang dinyanyikan pembawa acaranya. Sangat menyedihkan …. Read More…

Posted by: nellyhamjannah | 17 Desember 2008

Kebijakan (tidak) untuk Publik ?

Kebijakan (tidak) untuk Publik ? “ Hari gini busung lapar ? “ begitu komentar orang – orang menengah keatas ketika hal tersebut dibeberkan di koran – koran atau media lainnya. Banyak yang tidak mempercayainya tapi inilah kenyataannya. Masih banyak di negeri kita yang katanya gemah ripah loh jinawi, dimana tongkat kayu dan batu jadi tanaman ( katanya Koes Plus), tapi ternyata penuh dengan kemiskinan dan keterbelakangan. Berapa banyak masyarakat di Indonesia yang masih mengkonsumsi nasi aking ( nasi bekas yang diolah kembali), atau yang masih makan singkong kering, padahal itu adalah kebutuhan yang paling mendasar untuk mempertahankan hidup bagi manusia. Read More…

Posted by: nellyhamjannah | 17 Desember 2008

Blog Perdana ku

Senang banget akhirnya punya blog sendiri, karena blog dapat menjadi media menumpahkan semua kreativitas berpikir dan imagi hingga mendapat tempat dengan selayaknya. Blog bagi saya juga sebagai tempat saling berbagi ilmu dan menambah sahabat. Trims buat semua yang sudah memberi sprit bagi saya hingga akhirnya dengan mulus blog ini dapat di launch. Saya juga mengundang kawan dan sahabat atau rekan blogger untuk turut memberikan comment pada tulisan tulisan berikutnya.

Categories